Selasa, 26 Februari 2019

Golput Adalah Pilihan

0 comments

Gerbang pemilu sudah di depan kita, tawaran dan kampanye pemimpin gencar dilakukan segala macam cara, dari yang berusaha mengait suara pemilih islam dari islam “hard” hingga islam “soft”, pemilih minoritas, hingga pemilih yang liberal pun berusaha di akomodir kedalam visi dan misi kampanye mereka salah satu yang sedang viral di media adalah spanduk kampanye “PSI.id” yang berusaha menjual dukungan mereka terhadap kaum LGBT

Debat telah berlangsung, banyak yang kecewa dengan kedua calon presiden baik pak jokowi maupun pak prabowo, isu yang di angkat keduanya di dalam soal “Hukum, HAM, Terorisme, Korupsi” di anggap kurang menggigit dan menyentuh rakyat kecil, bagi sekelompok orang yang tidak memiliki afiliasi terhadap kedua kelompok besar itu, tentu memiliki sudut pandang yang jauh lebih
lebar dimana mereka berfikir tanpa intervensi apapun.

Menurut beberapa lembaga survei pemilih milenial memiliki keresahan yang mendalam soal kedua calon, disisi satu di anggap tidak berhasil memimpin Indonesia di dalam lima tahun kebelakang, di sisi dua di anggap memiliki kegelapan masa lalu yang belum dituntaskan secara nyata,

Beberapa aktivis kemanusiaan menganggap bahwa salah satu solusi bagi pemilih resah akan kedua pilihan tersebut adalah “Golput” (Golongan Putih) golput artinya Memilih Untuk Tidak Memilih, dan “Hak Pilih” di dalam konstitusi adalah sesuatu yang bisa dan tidak digunakan oleh setiap warga negara, dan memilih untuk tidak memilih adalah sebuah keberpihakan politik, ketika dirasa calon
didepan mata di anggap tidak memiliki kelayakan secara subjektif untuk dipilih.

Dan sikap politik golput tidak bisa di pidana sebab di dalam UU Pemilu Nomor  7 Tahun 2017 seseorang yang bisa di pidana adalah yang menghalang halangi seseorang untuk tidak memilih, dan pasal ini secara umum dipandang sebagai rambu bagi para kontestan untuk tidak saling menjegal kekuasaan

Kerap kali dikatakan bahwa “ketidakpedulian kita terhadap pemimpin yang kita pilih adalah alasan kenapa kita selalu di pimpin orang orang bodoh” - Abraham Linclon

Namun secara sadar bahwa ketika kita tidak memilih bukan berarti kita tidak peduli atau bahkan apatis, bahwa golput adalah sebuah sikap politik bagi seseorang yang dilihat bahwa tidak ada harapan dari para kontestan yang maju, tentu selepas pemilu kita kembali mengawasi bagaimana jalanya kekuasaan kedepan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar