Minggu, 26 April 2020

Hari Kartini di Mata Kaum Anarki ( Tweetwar )

1 comments


Ada yang menarik bagiku di hari kartini kemarin 20 April 2020, ketika banyak yang mengutip surat surat dari RA. Kartini atau kutipan yang berasal dari memoarnya untuk dijadikan postingan di akun akun media sosialnya termasuk kutipan yang di posting oleh presiden JOKOWI yang dikritik oleh sejarahawan JJ. RIZAL bahwa yang presiden kutip itu tidak konstekstual dan sesuai dengan keadaanya, terlepas dari itu semua.

Sebuah akun yang memposting sebuah foto yang mensejajarkan Kartini dan Marsinah dengan logo bahwa Marsinah jauh lebih kompeten untuk menjadi icon utama sebagai gerakan kebangkitan perempuan atas hak haknya, jiwa kritisku pun perlahan memuncak, selain kutau bahwa akun yang memposting ini adalah akun dari kaum pergerakan yang menyebut mereka gerakan anarki atau sering kali diplesetkan oleh netizen sebagai  menjadi gerakan “Anarkiyyun” gerakan yang sebenarnya bertujuan sangat baik dan mulia dan sangat memanusiakan manusia, konsentrasi pergrakan ini adalah terhdap kaum kaum terpinggirkan, marjinal, buruh buruh upah murah, dan lain sebagainya.

** Dimulai dari **


** Kemudian saya merespon **


** Kemudian dia membalas lagi **




** Saya jawab lagi dan langsung dijawab **


** Dan terakhir saya membalas **



Balasan dan tulisan saya di retweet banyak sekali oleh netizen, hampir semua brupa dukungan dan bukan cacian, kemudian akun ini tidak lagi membalas tweet saya.

Yang menarik bagi saya sebenarnya adalah bahwa kaum anarki kerap kali menampilkan pahlawan versi mereka adalah pahlawan yang berasal dari kalangan bawah, nama nama tokoh yang paling sering mereka jual sbagai bagaian dari kampanye ideologi mereka adalah Marsinah, Wiji Thukul, Salim Kancil, tentu sebagai orang yang mengerti tentang keadaan dan kondisi negri ini kita menghargai dan meenghormati sembari terus mendoakan dan melanjutkan perjuangan mereka namun bukan berarti orang orang yang tidak proletar kemudian dianggap tidak memiliki konstribusi sebagaimana kita tahu bahwa kartini adalah perempuan yang berasal dari kalangan bangsawan  atau bahasa ilmiahnya “Feodal monarki” kita memang hidup di era kejahatan korporasi namun praktik kapitalisme hari ini adalah praktik kapitalisme yang terstruktur dan pintar kita tidak bisa membeedakan orang hanya berdasarkan kelompok borjuis dan proletar, upah yang diberikan kapitalisme hari ini sudah dianggap cukup adil, walau memang dampak dari korporasi ini masih memberi mudharat bagi sebagian kalangan dan lingkungan namun melawan kapitalisme dengan pengkotak kotakkan adalah salah dan sia sia.

1 komentar: